Wednesday, September 12, 2012

Review Warung Kopi Purnama


Terbersit pengen ngopi pagi-pagi setelah nganter istri ke kantornya, termenung sejenak menarik memory di kepala kopi mana yang masih nyangkut secara rasa dan memiliki sensasi yang tak terlupakan, akhirnya keluar di baris pertama adalah warung kopi purnama di jalan alkateri asia afrika, bandung.

perjalanan dari kantor istri ke warung kopi purnama di pagi hari sekitar 20 menit, selama perjalanan sudah terasa rasa kopinya yang kira-kira jenis robusta medan sepertinya karena kopi pahit dengan rasa asam yang kental masih terekam jelas dalam memori saya.

sampai di warung kopi purnama, sudah dijumpai dipelataran parkirnya tukang jajanan seperti kembang tahu, buah-buahan, kue pancong juga tukang bubr ayam kesebelah utaranya pun ramai dikunjungi yang nyari bubur tuk sarapan, setelah parkir masuk kedalam ternyata meja full sama orang yg pada sarapan, dari ibu rumah tangga, yang maw ngantor dan para encek2 tionghoa lagi pada ngopi dan sarapan disana.

menu kopi yang tertera hanya kopi panas/dingin, kopi susu panas/dingin juga makanan seperti nasi goreng atau roti sari kaya, tapi buat yang muslim tidak dianjurkan makan disana karena mereka menyajikan menu babi khawatir tercampur dalam penyajiannya.

klo kopinya muantabbbbbzzzz, ini baru kopinya orang Indonesia pikir saya, rasa kopi kental sedikit asam dan takaran gulanya yang pas sehingga sangat terasa kopi hitam yang pahit juga manis dan sedikit asam cocok d mulut saya.

saya coba melihat dapurnya ternyata penyajiannya sangat sederhana saja dan itu yang istimewanya...diracik untuk personal, luar biasa

suasana warung yaaa sepertinya design dari jaman penjajahn sudah seperti itu karena masih sama dengan foto yang tertera di dinding warung dengan hitam putihnya.

warung purnama rekomen deh...

agustina
restaurateur